Kapur barus dikenal memiliki aroma menyengat yang tidak disukai tikus. Bahan ini sering digunakan sebagai salah satu cara sederhana untuk mengusir tikus dari dalam rumah.Namun, tidak sedikit yang menempatkan kapur barus secara sembarangan sehingga hasilnya kurang maksimal.
Padahal, efektivitas kapur barus tidak hanya bergantung pada jenis produknya, tetapi juga pada cara penggunaan dan lokasi penempatannya. Jika digunakan dengan tepat, kapur barus dapat membantu mengurangi aktivitas tikus di area tertentu dalam rumah.
Lalu, bagaimana cara mengusir tikus dengan kapur barus yang benar agar lebih efektif dan tetap aman bagi penghuni rumah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Tikus Sangat Tidak Menyukai Kapur Barus?
Tikus adalah hewan pengerat yang sangat bergantung pada indra penciuman untuk mencari makanan, menandai wilayah, dan bernavigasi. Kapur barus mengandung naftalena yang menghasilkan aroma kuat dan menyengat.
Aroma ini mengganggu penciuman tikus sehingga hewan tersebut cenderung menghindari area yang terpapar. Selain itu, aroma kapur barus dapat mengganggu kemampuan tikus dalam mengenali jejak feromon.
Kondisi ini membuat tikus kesulitan mengikuti jalur yang biasa digunakan untuk mencari makan atau kembali ke sarang, sehingga aktivitasnya di sekitar area tersebut dapat berkurang.
6 Cara Mengusir Tikus dengan Kapur Barus
Berikut ini adalah beberapa cara pakai kapur barus agar efektif mengusir tikus:
1. Sebar dalam Bentuk Serpihan
Hancurkan kapur barus menjadi beberapa serpihan kecil sebelum digunakan. Cara ini membantu aroma menyebar lebih luas ke area yang sering dilewati tikus.
Taburkan serpihan kapur barus yang dicurigai menjadi jalur masuk tikus. Pastikan area tersebut jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
2. Taruh Kapur Barus di Area Tertentu
Anda bisa meletakkan kapur barus di sudut ruangan, belakang lemari, atau dekat lubang. Aroma kapur barus dapat membantu membuat tikus enggan berlama-lama di lokasi tersebut.
Saat tikus terpapar aroma kapur barus, hewan ini biasanya akan merasa tidak nyaman karena penciumannya yang sensitif. Bau yang menyengat dapat mengganggu aktivitas tikus.
3. Gunakan Wadah Berlubang
Masukkan kapur barus ke dalam wadah kecil yang telah dilubangi. Wadah ini membantu aroma menyebar dan menjaga kapur barus agar tidak mudah tercecer.
Tempatkan wadah berlubang dengan isi kapur barus di area yang sering didatangi tikus atau menjadi sarangnya. Cara ini juga membuat penggunaan kapur barus terlihat lebih rapi dan efisien.
4. Ganti Kapur Barus secara Berkala
Kapur barus akan menyusut dan menguap seiring waktu. Saat aromanya mulai berkurang, efektivitasnya dalam membantu mengusir tikus juga dapat menurun.
Lakukan penggantian secara berkala agar aroma tetap kuat. Pemeriksaan setiap beberapa minggu dapat membantu menjaga hasil yang lebih konsisten.
5. Gunakan Perangkap Tikus
Kapur barus dapat digunakan sebagai pelengkap metode pengendalian tikus lainnya. Salah satu caranya dengan memasang perangkap di area yang sering dilalui tikus.
Pendekatan ini membantu meningkatkan peluang untuk mengurangi aktivitas tikus di dalam rumah. Hasilnya biasanya lebih efektif dibanding hanya mengandalkan kapur barus saja.
6. Bungkus dengan Kain atau Jaring Tipis
Bungkus kapur barus menggunakan kain tipis atau jaring kecil sebelum diletakkan di area tertentu. Cara ini membantu menjaga kapur barus tetap berada di tempatnya.
Letakkan bungkusan tersebut di sudut ruangan, bawah rak, atau dekat celah yang sering menjadi jalur tikus. Aroma kapur barus tetap dapat menyebar dengan baik tanpa membuat area menjadi berantakan.
Jumlah dan Frekuensi Kapur Barus untuk Mengusir Tikus
Jumlah kapur barus yang digunakan disesuaikan dengan ukuran ruangan. Perkiraan jumlahnya antara lain:
- Ruangan kecil (≤10 m²): 2–3 butir kapur barus.
- Ruangan sedang (10–20 m²): 4–6 butir.
- Ruangan besar seperti gudang: 8–12 butir atau lebih sesuai volume.
Ganti kapur barus setiap 2–4 minggu atau saat aromanya sudah berkurang. Begitu aroma melemah atau tikus terbiasa, hewan tersebut akan sering kembali. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok dilakukan dalam jangka waktu pendek.
Risiko Penggunaan Kapur Barus
Meskipun sederhana, penggunaan kapur barus tetap memiliki risiko, terutama terhadap kesehatan dan lingkungan. Paparan uap naftalena dari kapur barus dapat menimbulkan gejala penyakit, seperti sakit kepala, mual, iritasi mata dan hidung, dan batuk.
Kapur barus juga berisiko mengenai anak-anak dan hewan peliharaan. Hal ini sangat mengkhawatirkan apabila tidak sengaja tertelan.
Anda bisa mengurangi risiko penggunaan kapur barus dengan cara-cara berikut:
- Gunakan hanya di area yang tidak mudah dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan.
- Pastikan ventilasi dalam kondisi baik saat memasang kapur barus.
- Hindari meletakkan langsung di dekat makanan atau tempat tidur.
- Cuci tangan setelah menangani kapur barus.
- Simpan sisanya di wadah tertutup rapat.
Alternatif Pengusir Tikus Alami Lainnya
Anda bisa mengombinasikan kapur barus atau menggunakan bahan lainnya untuk mengusir tikus secara alami. Bahan lainnya dapat berupa:
- Daun mint: Taruh daun segar atau ambil minyaknya. Jenis daun ini memiliki aroma yang kuat dan ramah lingkungan.
- Serbuk cabai: Cobalah untuk menaburkan bubuk cabai di area yang sering dilewati tikus. Bahan ini bisa mengiritasi tikus.
- Minyak esensial: Rendam kapas dengan minyak esensial, lalu tempatkan di celah atau sudut ruangan.
FAQ
Ada berbagai pertanyaan yang sering diajukan seputar membasmi tikus dengan kapur barus, di antaranya:
Apakah Kapur Barus Ampuh Mengusir Tikus dalam Jangka Panjang?
Tidak. Kapur barus hanya ampuh membasmi tikus dalam jangka waktu pendek. Sebab, aroma ini hanya bersifat sementara dan bisa berkurang seiring waktu.
Apakah Kapur Barus Berbahaya bagi Manusia?
Ya, kapur barus dapat menimbulkan risiko kesehatan jika digunakan secara berlebihan. Paparannya dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada anak-anak, lansia, serta individu yang sensitif.
Bagaimana Cara Mengetahui Jalur yang Dilewati Tikus?
Anda dapat mengenali jalur tikus dari keberadaan kotoran, bekas gigitan, atau noda gesekan di sepanjang dinding. Suara berisik di plafon, gudang, atau area tersembunyi juga bisa menjadi tanda aktivitas tikus.
Bolehkah Menggabungkan Kapur Barus dengan Daun Mint?
Bisa. Daun mint memiliki aroma yang cukup kuat dan sering digunakan sebagai pengusir tikus alami. Kombinasi keduanya dapat membantu menciptakan lingkungan yang kurang nyaman bagi tikus.
Apakah Kapur Barus Membunuh Tikus?
Tidak. Kapur barus bukan racun yang dirancang untuk membunuh tikus, melainkan hanya membantu mengusirnya melalui aroma yang menyengat.
Kapan Harus Menggunakan Jasa Profesional Pest Control?
Jika populasi tikus sudah besar, sarang tikus sulit dijangkau, atau penggunaan bahan alami tidak menunjukkan perubahan dalam 1–2 minggu, sebaiknya hubungi jasa pembasmi tikus profesional.
Anda bisa mengenali tanda-tanda tikus masuk ke rumah dengan munculnya kotoran yang banyak, suara mondar-mondir di plafon, atau adanya kerusakan barang yang parak (seperti gigitan).
SafenCare: Solusi Pengendalian Tikus yang Lebih Efektif
Safe & Care merupakan layanan pest control profesional yang menyediakan solusi pengendalian berbagai jenis hama secara aman, efektif, dan terpercaya untuk kebutuhan rumah maupun area bisnis. Dengan tenaga berpengalaman dan metode penanganan modern, Safe & Care membantu menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Jangan biarkan masalah tikus terus mengganggu kenyamanan serta mengancam kebersihan lingkungan Anda. Konsultasikan kebutuhan pengendalian hama bersama Safe & Care sebagai jasa solusi pest control profesional Jakarta dan juga jasa solusi pest control Surabaya untuk mendapatkan solusi penanganan yang tepat dan efektif.

