CHSE dalam hotel adalah standar penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam operasional hotel.
Penerapannya mencakup kebersihan kamar dan fasilitas, kesehatan karyawan serta tamu, kesiapan menghadapi keadaan darurat, pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, hingga dokumentasi prosedur operasional.
Sertifikasi CHSE awalnya banyak dikenal melalui program InDOnesia CARE pada masa pandemi. Saat ini, hotel perlu membedakan sertifikat program CHSE lama dengan Sertifikasi SNI 9042:2021 CHSE yang dilaksanakan melalui lembaga sertifikasi sesuai skema penilaian kesesuaian yang berlaku.
Hotel yang ingin memperpanjang sertifikat CHSE sebaiknya memeriksa jenis sertifikat, tanggal kedaluwarsa, lembaga penerbit, serta ketentuan audit pengawasan atau sertifikasi ulang yang tercantum dalam dokumennya.
| Aspek CHSE | Penerapan di Hotel |
|---|---|
| Cleanliness | Kebersihan kamar, linen, toilet, dapur, area publik, dan pengendalian hama |
| Health | Higiene karyawan, kualitas makanan, fasilitas kesehatan, dan penanganan tamu sakit |
| Safety | Keselamatan kebakaran, evakuasi, keamanan fasilitas, dan kesiapan keadaan darurat |
| Environmental Sustainability | Pengelolaan limbah, air, energi, bahan kimia, dan dampak lingkungan |
| Dokumentasi | SOP, catatan pemeriksaan, pelatihan, laporan insiden, serta tindakan koreksi |
| Evaluasi | Audit internal, audit pengawasan, dan tindak lanjut ketidaksesuaian |
Apa Itu CHSE dalam Hotel?
CHSE adalah kerangka pengelolaan yang membantu hotel memberikan pelayanan dengan memperhatikan empat unsur utama.
Cleanliness atau Kebersihan
Aspek kebersihan tidak hanya berkaitan dengan tampilan kamar. Hotel perlu memiliki prosedur untuk menjaga kebersihan pada:
- kamar tamu;
- linen;
- kamar mandi;
- lobi;
- lift;
- restoran;
- dapur;
- kolam renang;
- ruang karyawan;
- tempat sampah;
- area penerimaan barang.
Pengelolaan hama juga menjadi bagian penting karena kecoa, tikus, lalat, nyamuk, dan kutu kasur dapat menimbulkan risiko kontaminasi serta keluhan tamu.
Hotel perlu memiliki jadwal inspeksi, pencatatan temuan, tindakan koreksi, dan evaluasi hasil. Penyemprotan rutin tanpa monitoring tidak cukup untuk menunjukkan bahwa risiko hama telah dikelola.
Pembahasan lebih lanjut tersedia dalam artikel pest control hotel dan area yang perlu dipantau.
Health atau Kesehatan
Aspek kesehatan mencakup perlindungan tamu dan pekerja melalui:
- higiene personal;
- fasilitas cuci tangan;
- keamanan pangan;
- air bersih;
- kualitas udara;
- prosedur karyawan sakit;
- penanganan tamu yang membutuhkan bantuan medis;
- pelatihan kesehatan kerja.
Hotel juga perlu memastikan bahan pembersih, disinfektan, dan pestisida digunakan sesuai petunjuk agar tidak menimbulkan paparan yang tidak diperlukan.
Safety atau Keselamatan
Aspek keselamatan mencakup kesiapan hotel dalam mencegah dan menangani kecelakaan maupun keadaan darurat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- alat pemadam api;
- alarm dan detektor;
- jalur evakuasi;
- lampu darurat;
- titik kumpul;
- keamanan lift;
- kondisi tangga;
- penyimpanan bahan kimia;
- keamanan kolam renang;
- prosedur kehilangan barang;
- penanganan insiden.
SOP saja belum cukup. Hotel perlu memastikan peralatan berfungsi, petugas memahami tugasnya, dan simulasi dilakukan sesuai kebutuhan.
Environmental Sustainability atau Kelestarian Lingkungan
Kelestarian lingkungan berkaitan dengan cara hotel mengurangi dampak operasionalnya.
Penerapannya dapat meliputi:
- pemilahan sampah;
- pengurangan plastik sekali pakai;
- pengelolaan limbah;
- efisiensi air;
- efisiensi energi;
- pengendalian kebocoran;
- penggunaan bahan kimia secara terukur;
- pengelolaan air limbah;
- edukasi tamu dan pekerja.
Penghematan tidak boleh mengurangi standar kebersihan dan keselamatan. Contohnya, pengurangan penggunaan air tetap harus mempertahankan kebutuhan sanitasi, pencucian, dan higiene.
Apa Perbedaan CHSE Lama dan SNI CHSE?
Informasi mengenai CHSE di internet sering tercampur antara program sertifikasi awal pada masa pandemi dan skema SNI yang berlaku saat ini.
| Program CHSE Awal | Sertifikasi SNI CHSE |
|---|---|
| Berkembang sebagai respons pemulihan pariwisata pada masa pandemi | Mengacu pada SNI 9042:2021 |
| Identik dengan label InDOnesia CARE | Menggunakan skema sertifikasi kesesuaian SNI |
| Banyak informasi lama menyebut masa berlaku satu tahun | Masa berlaku mengikuti sertifikat dan skema lembaga sertifikasi |
| Proses dahulu banyak diarahkan melalui portal pemerintah | Proses sertifikasi dilakukan melalui lembaga sertifikasi yang memiliki lingkup sesuai |
| Berfokus kuat pada protokol kesehatan masa pandemi | Meliputi kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan secara lebih luas |
SNI 9042:2021 masih berstatus berlaku dalam katalog Badan Standardisasi Nasional. Skema penilaian kesesuaian sektor jasa diperbarui melalui Peraturan BSN Nomor 7 Tahun 2024, yang mencabut sejumlah ketentuan skema sebelumnya.
Karena itu, hotel tidak sebaiknya hanya mengikuti panduan artikel CHSE dari 2020–2022. Periksa regulasi, skema, serta persyaratan terbaru dari lembaga sertifikasi yang menangani permohonan hotel.
Apa Saja Persyaratan CHSE untuk Hotel?
Persyaratan dapat berbeda menurut lembaga sertifikasi dan kondisi hotel. Namun, dokumen yang umumnya perlu disiapkan meliputi:
- akta pendirian dan perubahan;
- Nomor Induk Berusaha;
- bukti kepemilikan atau penggunaan lokasi;
- profil perusahaan;
- struktur organisasi;
- daftar fasilitas hotel;
- izin atau sertifikat kesehatan yang relevan;
- SOP pengelolaan CHSE;
- catatan pelatihan;
- hasil audit internal;
- catatan pemeliharaan;
- dokumentasi tindakan koreksi;
- daftar bahan kimia;
- dokumen pengelolaan limbah;
- laporan inspeksi fasilitas.
Hotel juga perlu memiliki bukti penerapan, bukan hanya dokumen tertulis.
Contohnya:
- catatan pemeriksaan kamar;
- jadwal pembersihan;
- hasil pengujian air;
- inspeksi alat pemadam;
- laporan kecelakaan;
- hasil pest monitoring;
- dokumentasi pengangkutan limbah;
- penggunaan energi dan air;
- daftar keluhan serta tindak lanjut.
Auditor dapat memeriksa konsistensi antara SOP, catatan, wawancara karyawan, dan kondisi aktual di lapangan.
Bagaimana Proses Sertifikasi CHSE Hotel?
Secara umum, proses sertifikasi meliputi tahapan berikut.
Menentukan Lembaga Sertifikasi
Hotel perlu memilih lembaga sertifikasi yang memiliki kewenangan dan ruang lingkup untuk melakukan Sertifikasi SNI CHSE pada usaha hotel.
Sebelum mengajukan permohonan, periksa:
- status akreditasi;
- lingkup sertifikasi;
- prosedur audit;
- estimasi biaya;
- durasi proses;
- masa berlaku sertifikat;
- jadwal audit pengawasan;
- proses banding atau keluhan.
Mengajukan Permohonan
Hotel mengirimkan formulir permohonan dan dokumen legal serta operasional. Lembaga sertifikasi kemudian menilai apakah dokumen telah lengkap.
Melakukan Audit Dokumen
Auditor memeriksa SOP, kebijakan, pembagian tanggung jawab, dan rekaman penerapan. Ketidaksesuaian dokumen perlu diselesaikan sebelum atau bersama audit lapangan.
Menjalani Audit Lapangan
Auditor akan memeriksa kondisi hotel dan menguji penerapan melalui:
- observasi;
- wawancara;
- pemeriksaan rekaman;
- pengambilan sampel bukti;
- penelusuran tindakan koreksi.
Menyelesaikan Ketidaksesuaian
Jika ditemukan ketidaksesuaian, hotel perlu:
- Menentukan akar masalah.
- Melakukan perbaikan.
- Menyampaikan bukti.
- Mencegah masalah berulang.
- Menunggu proses verifikasi.
Penerbitan Sertifikat
Sertifikat diterbitkan setelah proses audit, tinjauan, dan keputusan sertifikasi menyatakan hotel memenuhi persyaratan.
Bagaimana Cara Perpanjang Sertifikat CHSE?
Istilah “perpanjang sertifikat CHSE” dapat merujuk pada dua proses berbeda, yaitu audit pengawasan selama sertifikat masih aktif atau sertifikasi ulang menjelang masa berlaku berakhir.
Langkah yang disarankan:
- Periksa jenis sertifikat
Pastikan apakah hotel memegang sertifikat program CHSE lama atau Sertifikat SNI 9042:2021. - Periksa masa berlaku
Lihat tanggal penerbitan, kedaluwarsa, serta ketentuan surveillance dalam sertifikat. - Hubungi lembaga penerbit
Minta penjelasan mengenai audit pengawasan, sertifikasi ulang, biaya, dan batas waktu pengajuan. - Jangan menunggu sertifikat habis
Mulai persiapan sebelum tanggal kedaluwarsa agar proses audit dan penyelesaian temuan dapat dilakukan. - Perbarui dokumen
Pastikan SOP, izin, struktur organisasi, daftar fasilitas, serta catatan operasional masih sesuai. - Lakukan audit internal
Identifikasi ketidaksesuaian sebelum auditor eksternal datang. - Tutup temuan lama
Pastikan seluruh temuan audit sebelumnya memiliki bukti penyelesaian dan evaluasi efektivitas. - Ajukan sertifikasi ulang
Kirim permohonan serta dokumen yang diminta lembaga sertifikasi.
Informasi masa berlaku yang beredar dapat berbeda karena perubahan skema. Beberapa lembaga sertifikasi mencantumkan masa berlaku Sertifikasi SNI CHSE selama tiga tahun dengan audit pengawasan tahunan. Karena ketentuan dapat mengikuti sertifikat dan skema lembaga, hotel perlu menggunakan dokumen sertifikatnya sebagai acuan utama.
Apa yang Perlu Diperiksa Sebelum Audit CHSE?
Hotel dapat menggunakan daftar berikut sebagai pemeriksaan awal.
Area Kamar dan Publik
- kondisi kebersihan kamar;
- pergantian linen;
- kebersihan toilet;
- fasilitas cuci tangan;
- lift dan tangga;
- kolam renang;
- ventilasi;
- tempat sampah;
- tanda hama.
Dapur dan Restoran
- penyimpanan bahan;
- pemisahan makanan;
- suhu penyimpanan;
- kebersihan peralatan;
- grease trap;
- pengelolaan sampah;
- aktivitas lalat, kecoa, atau tikus;
- kebersihan tangan pekerja.
Keselamatan
- alat pemadam;
- alarm;
- jalur evakuasi;
- lampu darurat;
- rambu;
- kotak P3K;
- laporan insiden;
- pelatihan karyawan.
Lingkungan
- pemilahan sampah;
- penyimpanan bahan kimia;
- air limbah;
- konsumsi air;
- konsumsi energi;
- kebocoran;
- limbah berbahaya;
- pengangkutan sampah.
Pest Management
- kontrak dan ruang lingkup layanan;
- denah titik monitoring;
- laporan inspeksi;
- tren tangkapan;
- daftar produk;
- bukti tindak lanjut;
- rekomendasi sanitasi;
- laporan keluhan tamu.
Program hama hotel sebaiknya tidak hanya berupa jadwal penyemprotan. Hotel perlu menunjukkan bahwa temuan dianalisis dan tindakan koreksi dilakukan pada sumber masalah.
Baca juga pentingnya pest control rutin di hotel dan strategi pencegahan hama hotel.
Kesalahan Apa yang Sering Menghambat Sertifikasi?
Beberapa masalah yang perlu dihindari meliputi:
- menggunakan SOP lama yang tidak sesuai praktik;
- catatan pemeriksaan tidak lengkap;
- temuan audit sebelumnya belum ditutup;
- karyawan tidak memahami prosedur;
- jalur evakuasi terhalang;
- bahan kimia tidak berlabel;
- kebocoran tidak diperbaiki;
- sampah tidak dipisahkan;
- pest control hanya mengandalkan penyemprotan;
- tidak ada bukti monitoring;
- izin atau dokumen legal kedaluwarsa;
- hotel terlambat mengajukan sertifikasi ulang.
Hotel sebaiknya menetapkan satu koordinator yang menghubungkan departemen housekeeping, engineering, food and beverage, security, human resources, serta penyedia jasa eksternal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa Itu CHSE dalam Hotel?
CHSE adalah penerapan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam seluruh operasional hotel.
Apakah Sertifikat CHSE Masih Berlaku?
SNI 9042:2021 masih tercatat berstatus berlaku. Namun, hotel perlu membedakan sertifikat program CHSE lama dengan Sertifikat SNI CHSE yang diterbitkan melalui lembaga sertifikasi.
Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat CHSE?
Masa berlaku perlu dilihat pada sertifikat dan skema lembaga penerbit. Informasi lama menyebut satu tahun, sedangkan sejumlah skema SNI CHSE mencantumkan masa berlaku lebih panjang dengan audit pengawasan berkala.
Bagaimana Cara Perpanjang Sertifikat CHSE?
Hubungi lembaga penerbit sebelum sertifikat habis, siapkan dokumen terbaru, lakukan audit internal, selesaikan temuan, lalu ajukan audit pengawasan atau sertifikasi ulang.
Apakah Perpanjangan Bisa Dilakukan melalui Portal CHSE Lama?
Jangan langsung mengandalkan portal atau panduan lama. Konfirmasikan proses terbaru kepada lembaga sertifikasi yang memiliki lingkup SNI CHSE untuk hotel.
Apakah Pest Control Termasuk Penilaian CHSE Hotel?
Pengendalian hama berkaitan dengan kebersihan, kesehatan, keamanan pangan, serta kenyamanan tamu. Hotel perlu memiliki inspeksi, monitoring, laporan, dan tindak lanjut yang terdokumentasi.
Apakah Hotel Wajib Melakukan Penyemprotan Rutin agar Lolos CHSE?
Tidak selalu. Metode harus berdasarkan jenis hama dan hasil monitoring. Sanitasi, penutupan akses, perangkap, umpan, dan perbaikan bangunan dapat lebih tepat daripada penyemprotan rutin.
Apa yang Terjadi jika Sertifikat Sudah Kedaluwarsa?
Hotel perlu menghubungi lembaga sertifikasi untuk mengetahui apakah prosesnya masih dapat dilakukan sebagai sertifikasi ulang atau harus diajukan sebagai permohonan baru.
